Digital Living: Home Entertaintment

Awalnya denger konsep digital living adalah suatu konsep home entertainment digital yang banyak mengunakan network (TCP/IP) sebagai media komunikasi antara devices digital plus home office activity, kemudian major player macem Microsoft, Cisco, HP, Intel bahkan raksasa China Huawei, serta entertainment kumpeni seperti Sony, DTS, Dolby dan lain-2 nya bergabung untuk suatu standard yang dibilang Digital Living Network Alliance (DLNA).

Kebanyakan dari perusahaan besar yang jadi member DLNA organization tersebut setuju untuk mengeluarkan produk-2 yang DLNA compatible, tujuan nya adalah agar sesama produk yang DLNA certified bisa berinteraksi satu dengan lain nya, misal TV menampilkan gambar/pilem dari hard drive, stereo set memainkan lagu-2 dari portable MP3 storage ato network hard drive yang punya kemampuan streaming, oven ato micowave yang bisa download resep dari internet, dan lain sebagai nya, ngeri bukan..hehheheheh, sayang nya major player yang jadi member DLNA masih setengah hati mengadopsi konsep yang sudah mereka setujui, jadi nya produk-2 mereka yang DLNA certified terbatas pada produk-2 premium yang harganya selangit.

Nah saya sebagai Digital Entertainment enthusiast “kere” cuman bisa ngiler dan gigit jari, kok melas sampeyan?!?
Pertanyaan nya haruskah semua peralatan entertainment DLNA certified untuk menikmati digital living ? wah bisa ngelu ndashe tur ajur dompete, gimana dengan barang-2 lawas yang sudah saya punya? Apa mesti dibuang, beli baru yang DLNA certified, wah..mbojay! Maap saya bukan type orang yang suka buang barang lama dan beli baru untuk mengikuti teknologi, emoh lah yaw….selama masih bisa dipakai, silakan dikomplemen dengan teknologi baru, jangan dibuang !!

Dengan semakin murahnya storage dan wireless network kayaknya ngga harus buang yang lama, mikir dikit tambah barang baru dan bikin yang lama tetep exist, iya lah ente aja kalo dugem juga pengen exist kan….pengen tetep dikenal keberadaan nya, tetap di cinta dan diperhatikan, so does the legacy system! Don’t throw it away or let it sits in the corner collecting dust.

OK kalo gitu mulai dengan membangun system yang bisa menjembatani si tua bangka dan anak baru gede yang semlohai, bangun Media Center dan Home wireless network! maka 2 generasi ini akan saling bicara untuk memuaskan nafsu home entertainment sampeyan tanpa harus tergantung ama barang-2 yang DLNA certified.

Digital Living Network @ Home

Digital Living Network @ Home

Nah semua system lama dan baru dari bebagai ras (XP, Vista, Linux, Mac OSX) berkumpul dirumah saya saling bicara untuk memuaskan nafsu saya, hell yeah! entertain me my techno bitches! please me, tease me, thrill me…..

One Response

  1. Do, kalo kita punya HTPC, kita gak butuh lagi TV yang punya sertifikat DLNA kan, bener gak?

    Nah, ada gak LED TV yang bagus, tanpa embel2 DLNA?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: